in

CryCry LoveLove

KA Sawunggalih Pagi (KA122) : Pasar Senen – Kutoarjo Train Ride Experience

Dalam post kali ini, kami akan mengulas pengalaman kami saat menggunakan layanan kereta api KA Sawunggalih Pagi menuju Stasiun Kutoarjo dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta.
Saat itu kami pergi menuju Kutoarjo karena ada beberapa urusan yang harus kami selesaikan, jadi ya.. Kami sekalian saja review perjalanan kali ini.

Oke, pada awalnya kami memiliki 2 pilihan, apakah mau naik bus atau naik kereta untuk ke Kutoarjo, namun karena satu dan lain hal, akhirnya kami memilih untuk menggunakan Kereta Api dan kebetulan juga pada bulan Agustus 2018 silam rangkaian Kereta Api Sawunggalih Pagi diubah menjadi rangkaian baru Tahun 2018, yasudah.. Kami coba saja sekalian…

BOOKING TIKET KERETA

Tiket Kereta KA Sawunggalih

Kami memesan tiket untuk keberangkatan kereta KA Sawunggalih saat 4 hari sebelum keberangkatan dengan harga 240rb rupiah per orang untuk kelas eksekutif. Proses booking berjalan lancar, kami menggunakan aplikasi T*kopedia untuk melakukan booking (Kalo ga salah ada promo waktu itu makanya teman saya beli disitu). Dengan beberapa kali klik dan ketik-ketik dan bayar, akhirnya kami punya tiket untuk berangkat.

HARI KEBERANGKATAN

Akhirnya, tiba hari keberangkatan, kami berangkat ke Stasiun KA Pasar Senen menggunakan KRL Commuter Line, konektivitas antara KRL dengan KA Jarak Jauh di Stasiun Pasar Senen patut diapresiasi, karena menurut kami sangat memudahkan calon penumpang KA Jarak Jauh untuk mengejar keretanya ke Stasiun keberangkatan, kami secara pribadi pun berharap agar hal ini juga dapat diaplikasikan di Stasiun KA Gambir. Karena pada saat ini, calon penumpang KA Jarak Jauh keberangkatan Stasiun Gambir tidak bisa langsung menuju ke Stasiun Gambir menggunakan KRL Commuter Line, membuat calon penumpang KA Jarak Jauh dengan keberangkatan dari Stasiun Gambir harus pindah di Stasiun Juanda dan menggunakan ojek, taksi, atau bus transjakarta, yang mana menurut kami lumayan merepotkan.

Lanjut, saat tiba di Stasiun keberangkatan, kami harus melakukan proses boarding pass, namun kami mencoba fitur dari aplikasi KAI Access, yaitu e-boarding pass, yang mana memudahkan kami sehingga tidak perlu antri untuk mencetak boarding pass, serta fitur ini dapat menghemat penggunaan kertas yang mana seharusnya bisa dikurangi, kami berharap kedepannya fitur ini harus dapat diaplikasikan lebih maksimal, sehingga sistem di Kereta Api Indonesia menjadi paperless. Kami sangat mengapresiasi fitur ini.

E-Boarding Pass

Ada sedikit keresahaan kami saat tiba di Stasiun Pasar Senen, karena saat itu kami memutuskan untuk berangkat lebih cepat, jadi kami memutuskan untuk menunggu waktu keberangkatan di Stasiun Pasar Senen. Namun, saat kami tiba di Stasiun Pasar Senen, kami tidak dapat masuk ke ruang tunggu keberangkatan, mengingat kereta kami belum dipanggil untuk masuk ke ruang tunggu, yang menjadi permasalahan adalah, diluar ruang tunggu keberangkatan, tidak tersedia kursi atau tempat duduk untuk sekedar menunggu kereta, hal tersebut memaksa kami untuk ngemper dipinggir pohon, mungkin ini bisa menjadi masukan untuk pengelola Stasiun agar menyiapkan sarana tempat duduk yang lebih proper dibagian luar ruang tunggu keberangkatan. Walaupun di Stasiun tersedia banyak restoran yang mana menyediakan tempat duduk, namun disaat rush hour tentu saja tempat duduk tersebut akan penuh, ditambah jika kita duduk di restoran tersebut, maka kita harus memesana makanan/minuman yang dijual oleh mereka.

Saat keberangkatan pun tiba, kami dipanggil masuk kedalam ruang tunggu keberangkatan sekitar 30 menit sebelum waktu keberangkatan, saat kami masuk kedalam ruang tunggu tersebut, kereta yang akan mengantar kami pun tiba. Kami dipersilahkan masuk kedalam kereta sembari menunggu waktu keberangkatan. Kami disambut keramahan dari prami Kereta Api Sawunggalih, disini sangat terasa keramahan dan kenyamanan dalam menggunakan sarana Kereta Api Indonesia, pendingin ruangan yang sangat nyaman (tidak panas dan tidak terlalu dingin) dan juga karena mendapatkan kereta rangkaian baru tahun 2018, maka hal yang terasa adalah perubahan kursi kereta eksekutif, yang didominasi warna biru-putih, bentuk kursi lebih lebar dari kursi rangkaian yang lama, disediakan penyangga kepala dikursi tersebut, namun opini pribadi teman penulis yang memiliki tinggi badan sekitar 175cm, mengatakan bahwa penyangga kepala tersebut justru membuat pegal, karena tonjolan penyangga kepala tersebut, mengganjal pundak dari teman penulis.

Stasiun KA PAsar Senen (Source: Wikipedia)

Jam tepat menunjukan pukul 08:15 terdengar suara semboyan 35 khas lokomotif CC201 yang menandakan kereta kami akan segera berangkat, tidak lama kemudian kereta kamipun diberangkatkan dari jalur 1 Stasiun Pasar Senen. Sesaat setelah berangkat petugas di dalam kereta memberikan announcement tentang informasi seputar kereta kami KA Sawunggalih Pagi ini sembari diputarkan video safety breafing di TV LCD yang ada di setiap ujung dan tengah kereta.

MAKAN DI RESTORASI KERETA, APAKAH ENAK?

Secara singkat, makan di Restorasi Kereta Api, tidak dapat dibilang tidak enak, namun tidak dapat dibilang enak juga, biasa aja, so-so saja lah. Kami mencoba membeli Nasi Goreng Legend Parahyangan seharga 30rb rupiah, menurut kami dengan harga tersebut sebanding dengan apa yang didapat, yang mana kita mendapat sepotong ayam goreng, telur, dan irisan timun. Mengenai rasa nasi goreng itu, kami dapat bilang 8 dari 10. Bisa kalian coba sendiri jika naik Kereta Api Jarak Jauh ya…

Nasi Goreng “Legend” Parahyangan

Menu yang ditawarkan di Restorasi Kereta Api juga bermacam-macam, Restorasi Kereta Api menyediakan nasi goreng bakso, nasi rames dan juga bakso popso. Selain makanan berat di kereta restorasi ini juga menjual macam-macam makanan ringan dan berbagai minuman loh, seperti L*ys, Ch*tato, kopi, teh, dan air mineral. Bagi kalian yang merasa kedinginan dengan AC kereta ini kami sangat menyarankan untuk mencoba bakso popso seharga Rp.15.000 ini karena selain rasanya yang enak bisa juga untuk sekedar menghangatkan tubuh.

Popso

KISAH SELAMA PERJALANAN

Perjalanan kami dengan kereta ini pun dimulai dari sini, tidak lama setelah kereta berangkat kamipun terlelap dengan buaian lembutnya suspensi K10 buatan PT Inka, kursi yang nyaman, ac yang dingin serta sistem peredaman yang meredam dengan baik suara dari luar kereta.

Perjalanan KA Sawunggalih pagi dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Kutoarjo menempuh jarak kurang lebih 455km dengan waktu tempuh sekitar 7 setengah jam perjalanan, dalam sekali perjalanan Ka Sawunggalih pagi biasanya membawa 8 unit kereta yang terdiri dari 3 unit kereta eksekutif (K1) – 3 unit kereta ekonomi premium (K3) – 1 kereta pembangkit – 1 kereta restorasi. Selain di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Kutoarjo, KA Sawunggalih pagi ini juga berhenti di beberapa stasiun seperti Cirebon, Bumiayu, Purwokerto, Kroya, Sumpiuh, Gombong, Karanganyar dan Kebumen. Waktu berhenti di setiap stasiun itu tidak terlalu lama, hanya sekitar 2-5 menit saja, tapi masih bisa kok untuk kalian yang ingin keluar dari kereta sembari untuk berfoto-foto di dalam stasiun atau untuk sekedar menghangatkan diri dari dingin nya AC kereta ini.


Suasana Kabin Kereta Eksekutif KA Sawunggalih

Pemandangan alam sepanjang perjalanan KA Sawunggalih pagi ini sangat memanjakan mata loh, dengan didominasi pemandangan hijau khas pegunungan dan pesawahan yang masih sangat asri. Kalian juga akan merasakan sensasinya saat kereta ini melewati beberapa landmark besar milik PT KAI yaitu Jembatan Serayu, Terowongan Ijo dan Terowongan Notog.

455km pun berlalu dan akhirnya pukul 15.34WIB kereta kami pun tiba di Stasiun akhir Stasiun Kutoarjo, terlambat sekitar 15 menit dari jadwal yang seharusnya. Turun dari kereta kamipun langsung disambut oleh hawa sejuk dan udara dingin dari kota Kutoarjo ini.

Suasana Kabin Kereta Eksekutif KA Sawunggalih

Perjalanan kami dengan KA Sawunggalih pagi ini pun berakhir sampai disini, kesimpulan akhir dari kami tentang kereta ini adalah suspensi kereta sangat nyaman, kursi yang sangat tebal dan nyaman, suara didalam kereta yang senyap, makanan yang cukup memanjakan lidah dan kesigapan serta pelayanan yang baik dari crew kereta selama perjalanan kami akan memberikan nilai 8,5 dari 10 untuk perjalanan kami dengan KA Sawunggalih pagi kali ini.

Seperti itulah Review kami untuk perjalanan KA Sawunggali Pagi, segala tulisan diatas adalah merupakan opini pribadi penulis, tidak dimaksudkan untuk menjatuhkan pihak manapun dan diharapkan dapat menjadi masukan bagi para pihak yang disebutkan guna memperbaiki fasilitas sarana dan prasarana.

Kalian pernah naik KA Sawunggalih Pagi juga? Ayo berbagi cerita kalian dikolom komentar dibawah! Sampai jumpa direview berikutnya! Stay Tune!!



What do you think?

1 point
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

SUMATERA BARAT JOURNEY: PARIAMAN